Loading...

Berita & Media

Siaran Pers

 

Skema strukturisasi penguatan AJB Bumiputera


Pastikan Hak-Hak Pemegang Polis Tetap Terjaga,
Pengelola Statuter Sampaikan Skema Strukturisasi Penguatan AJB Bumiputera.

Jakarta, 28 Desember 2016 - Tiga bulan sejak diberi mandat pada Oktober lalu, Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, hari ini (28/12) menyampaikan skema strukturisasi penguatan AJB Bumiputera. Skema strukturisasi ini memastikan hak-hak para pemegang polis untuk tetap terjaga dan terlindungi, sekaligus memberi landasan bagi Bumiputera untuk menjadi perusahaan asuransi yang lebih kuat dan berkembang.

Skema strukturisasi ini merupakan skema yang didasarkan atas penilaian kondisi keuangan AJB Bumiputera. Sebagaimana diketahui, setiap tahunnya, jumlah nilai klaim AJB Bumiputera selalu lebih besar daripada aset tunai dari penerimaan premi. Kondisi ini jika dibiarkan berlanjut, tentu akan semakin membebani kinerja keuangan perusahaan.

Berdasarkan pertimbangan kondisi seperti inilah, maka upaya penguatan dilakukan melalui pembentukan PT Bumiputera 1912 yang sahamnya seratus persen dimiliki oleh Pacific Multi Investama, anak perusahaan PT Evergreen Invesco Tbk (GREN). PT Bumiputera 1912 yang merupakan holding company, memiliki dua perusahaan, Yakni Bumiputera Investama Indonesia dan Bumiputera Properti Investama. Kedua perusahaan ini dibentuk untuk memisahkan pengelolaan aset finansial dan properti AJB Bumiputera, yang merupakan salah satu bagian dari skema strukturisasi.

Bumiputera Investama Indonesia selanjutnya memiliki dua anak perusahaan yang akan menjalankan bisnis asuransi, yakni PT Asuransi Jiwa Bumiputera (PT AJB) dan PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera (PT AJSB). "Melalui skema ini, penjualan produk asuransi baru selanjutnya akan dilakukan oleh PT AJB dan PT AJSB, sedangkan AJB Bumiputera hanya akan meneruskan memberikan pelayanan kepada pemegang polis yang sedang berjalan hingga klaim-nya jatuh tempo," ujar Didi Achdijat, Koordinator Pengelola Statuter AJB Bumiputera. "AJB juga akan bertindak sebagai administrator klaim dan premi dari AJB Bumiputera dengan model kerjasama profit sharing sebesar 40 persen dalam jangka waktu minimal 12 tahun."

PT AJB Sendiri sudah mendapat komitmen penambahan modal sebesar Rp 2 Triliun dari investor yang akan terealisasi pada Maret mendatang. "Dengan cara ini, akan tersedia cukup uang tunai di AJB Bumiputera untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya yang telah jatuh tempo di tahun 2017 mendatang, serta tahun-tahun berikutnya karena perputaran dana hasil investasi. Melalui skema penguatan AJB Bumiputera seperti ini, maka tidak tergantung rencana right issue (penjualan saham terbatas) yang akan dilakukan Evergreen." Tambah Didi.

Pemilahan aset financial dan aset properti juga diharapkan membuat lebih efisien beban keuangan selain untuk mendapatkan uang tunai. Sebabnya, PT Bumiputera Property Investama akan membeli aset-aset properti milik tiga anak perusahaan AJB Bumiputera senilai Rp 3,2 Triliun. "Skema strukturisasi ini telah kami laporkan dan mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai bagian dari tugas utama kami untuk melakukan strukturisasi secara menyeluruh guna memperkuat kondisi keuangan perusahaan dan memastikan terselanggaranya kegiatan operasional perusahaan secara baik dan lancar." ungkap Didi.